| www.al-funun.org |
Ilahi lastu lilfirdausi ahla wala aqwa 'ala naril jahimi
Fahab li tawbatan waghfir dzunubi fainaka ghafirud dzanbil adzimi.
Senandung syair yang menyentuh hati itu
mengalun begitu merdu. Sembari menunggu datangnya shalat Maghrib dan Subuh,
para jamaah shalat kerap melantunkan syair itu dengan syahdu di mushala dan
masjid. Meski syair itu telah berumur hampir 11 abad, namun tampaknya tetap
akan abadi. Syair pengingat dosa dan kematian itu boleh dibilang begitu
melegenda, seperti nama besar pengarangnya Abu Nuwas yang hingga kini tetap
dikenang dan diperbincangkan. Abu Nuwas atau Abu Nawas adalah seorang penyair
Islam termasyhur di era kejayaan Islam. Orang Indonesia begitu akrab dengan
sosok Abu Nuwas lewat cerita-cerita humor bijak dan sufi. Sejatinya, penyair
yang bernama lengkap Abu Nuwas Al-Hasan bin Hini Al-Hakami itu memang seorang
humoris yang lihai dan cerdik dalam mengemas kritik berbungkus humor.