Tampilkan postingan dengan label Karya Sastra Islam(i) modern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Sastra Islam(i) modern. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2014

Bayang-Bayang Hitam, Najib Kailani



Dalam novel ini Najib Kailani mencoba mengungkap nilai-nilai kemanusiaan dari sebuah pergolakan ideology yang terjadi di negeri Ethiopia. Sebuah kegelisahan seorang  Iyasu  yang tidak pernah puas dengan kondisi sekitarnya yang penuh dengan kemunafikan dari para pemuka agama. Sebuah pencarian yang dalam tentang nilai-nilai universal kemanusiaan. Tentang kebebasan beragama, ketenangan, kejujuran, dan tentang agama kebenaran. Pencarian yang akhirnya ia harus terusir dari kekuasaannya karena ia terus berpegang teguh dengan apa yang diyakininya. Dan pada akhirnya pula Ethiopia harus jatuh ke tangan Negara lain, akibat dari ketamakan seorang Tafari, seorang gubernur di salah satu wilayah Ethiopia yang juga seorang kerabat kekaisaran. Karena dia tidak setuju dengan usulan-usulan kaisar muda yang memberikan kebebasan beragama bagi rakyatnya.
Perang Dunia I sudah lama berakhir. Dia telah menjadi bagian dari sejarah. Paling tidak, ia menjadi saksi atas kekalahan Turki melawan Negara-negara sekutu yang menyebabkan negeri tua itu runtuh pada tahun 1924 M. di tangan Sultan Abdul Hamid II Turki mengalami kehancuran yang disebabkan oleh Mustafa Kemal At- Taturk. Namun, jauh sebelum itu ia telah menjadi singa ompong yang hanya mampu menkaut-nakuti orang saja. Banyak pejabatnya yang korup dan sudah tidak memperhatikan rakyatnya. Yang mereka pikirkan hanyalah kesenangan diri dan keluarga masing-masing. Dan rasanya tidak ada yang patut dicontoh dari semua ketamakan itu, dan tidak pula patut untuk dikenang dari semua kepahitan itu selain pelajaran. Dan inilah yang dengan baik ingin diungkap dan diberikan oleh Najib Kailani dari novelnya. Secara tidak langsung, dengan berkaca pada peristiwa-peristiwa di atas Najib Kailani mencoba menggambarkannya dalam novel yang berjudul Bayang-Bayang Hitam.

Selasa, 11 Maret 2014

PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL SAADAWI


Pendahuluan

Karya sastra Muslim di Timur Tengah adalah sebuah karya sastra yang berisi tentang berbagai dimensi kehidupan  masyarakat Muslim di Timur Tengah, mulai dari budaya, tradisi, setting, dan yang terpenting adalah latar belakang pengarang berasal dari Timur Tengah. Ia bersifat realis, tidak bersifat fantasi. Di antara salah satu karya sastra yang lahir di wilayah ini adalah Perempuan di Titik Nol (PTN) karya Nawal el Saadawi.

            Nawal el Saadawi adalah seorang dokter bangsa Mesir. Ia terkenal di seluruh dunia sebagai novelis dan penulis wanita pejuang hak-hak wanita. Dilahirkan di sebuah desa bernama Karf Tahla di tepi sungai Nil, ia memulai prakteknya di daerah pedesaan, kemudian di rumah sakit - rumah sakit di Kairo, dan terakhir menjadi Direktur Kesehatan Masyarakat Mesir.

            Kehadiran Nawal dalam mendobrak ketidakadilan atas perempuan Mesir, menakuti Anwar el Sadat selaku pimpinan Negara pada saat itu. Nawal dianggap membahayakan nasionalis Mesir dengan karya-karyanya yang mencoba menyudutkan budaya patriarki sebagai budaya yang memiliki pengikut terbanyak di Mesir kala itu. 

Sabtu, 01 Maret 2014

BEBERAPA ASPEK DALAM NOVEL “ SAMIRA AND SAMIR” KARYA SIBA SHAKIB





Sekilas Biografi Siba Shakib
Siba Shakib lahir di Teheran Iran. Dan bersekolah di Jerman University of Heidelberg. Penulis dan Fabricator dari dokumenter dan film, telah melakukan perjalanan ke Afghanistan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, mengunjungi utara dan wilayah dikendalikan oleh Taliban . Beberapa film dokumenter-nya telah memenangkan penghargaan, termasuk menjadi saksi kengerian hidup di Afghanistan dan nasib wanita Afghanistan. Dia tinggal di New York , yang ' Italia dan Dubai .
Sebelum menulis novel pertamanya, Siba Shakib adalah seorang wartawan musik dan presenter radio. Bekerja sama dengan artis pendatang baru tetapi juga dengan musik besar, antara lain diwawancarai untuk televisi Miles Davis , Tina Turner dan Mick Jagger . Selama wawancara dan pembicaraan telah menawarkan pertimbangan politik sering dengan sukses besar di antara penonton remaja.. Tahun-tahun berikutnya, mulai memproduksi film dan dokumenter yang bersaksi dengan situasi ekonomi dan sosial yang membutuhkan di berbagai belahan dunia.

Rabu, 22 Januari 2014

Sinopsis Novel "Paradise" Karya Abdulrazak Gurnah



Judul                           : Paradise
Judul Asli                    : Paradise
Penulis                         : Abdulrazak Gurnah
Penerjemah                  : Rika Iffati Farihah
Tahun terbit                 : Februari 2007
Penerbit                       : HIKMAH, Bandung
Jumlah halaman           : 387

 Synopsis
Suatu hari di Afrika Timur, di usianya yang kedua belas, Yusuf harus pergi meninggalkan keluarganya. Dia digadaikan sebagai budak kepada Paman Aziz, seorang saudagar, untuk menjamin utang ayahnya. Kemudian dia dipercaya ikut sang Saudagar berkelana dengan rombongan caravan dagangnya untuk berdagang. Perjalanan melintasi benua Afrika yang penuh keindahan surgawi itu tak berjalan mulus. Pergolakan kekuasaan yang saat itu terjadi membuat rombongan karavannya harus berhati-hati. Yusuf yang muda dan belum berpengalaman belajar tentang kehidupan ketika memasuki dunia yang penuh dengan peperangan dan kebencian antarsuku, agama, takhayul, wabah dan perbudakan anak. Masing-masing suku punya aturan dan karakter sendiri-sendiri, seperti diungkapkan salah seorang rombongan caravan terhadap orang-orang suku barbar “untuk menjadi pendekar penuh, mereka harus berburu singa dan membunuhnya, lalu memakan kemaluannya. Tiap kali mereka memakan sebuah penis, mereka boleh menikahi seorang perempuan,dan semakin banyak penis yang mereka makan,semakin terpandanglah mereka dikalangan orang-orang sebangsanya”, “demi Allah aku mengatakan yang sebenarnya, dan setiap kali mereka membunuh seorang manusia, mereka memotong salah satu bagian tubuhnya dan menyimpanya dalam kantong khusus”. 

Senin, 22 April 2013

Membaca Ulang Dunia Timur Lewat Karya Najib Kilani dalam "Melodi Kaki Langit"

 
Sumber Gambar: 
http://www.bukukita.com/Buku-Novel/Spiritualitas/105047-Melodi-Kaki-Langit.html


 
Latar Belakang Masalah 
           Karya sastra adalah hasil pengejawatahan berpikir kreatif-imajinatif seorang pengarang atas realitas sosial yang terjadi di sekelilingnya, baik yang memiliki hubungan sebab akibat langsung terhadap dirinya maupun yang terjadi di luar dirinya dan dituangkan dalam media yang dikehendakinya pula. Ia juga terkait dengan proses pengelolaan pengembaraan emosional dan imajinasi terhadap segala yang dirasa dan dialami dalam kehidupan fisik dan batinnya. Begitu pula dengan ide dan gagasan pengarang. Bersandar pada teori mimetik dan atau homologus, imajinasi pengarang lahir dari kondisi sosial yang dialami oleh pengarang itu sendiri, maka dari itu karya sastra yang dibuat seorang pengarang tentunya bersandar dan mencerminkan pada kenyataan sosial pada saat karya itu dibuat. Jika karya tersebut lahir dalam kondisi sosial yang baik maka karya sastra yang dihasilkannya akan baik pula, dan jika karya sastra tersebut lahir dalam kondisi sosial yang buruk maka karya sastra yang lahir akan buruk pula. Karya sastra dapat diposisikan sebagai representasi dari nilai, norma, dan tata perilaku dari masyarakat yang mengitarinya. 
          Sebuah karya sastra juga memiliki peran yang penting dalam masyarakat, selain merupakan refleksi dari kondisi sosial masyarakat, karya sastra juga memiliki kemampuan untuk menggugah perasaan orang lain untuk berpikir tentang kehidupan dan permasalahannya. Membangun sebuah konsep pemikiran melalui karya sastra ternyata mampu memberikan ruang kepada para pembaca untuk menelisik karya itu tidak hanya mengenai struktur dalam pembangunnya namun juga segala sesuatu yang berkaitan dengan gejala-gejala kemasyarakatan yang melingkupinya. Berbagai ideologi kemudian ditawarkan, salah satunya adalah wacana orientalisme yang dibangun Barat, yang kemudian membentuk konsep Barat yang dinamis dan Timur yang statis. Konsep Timur bukan lagi hanya menjadi bentukan letak geografis melainkan juga menjadi bentukan secara kultural, bahwa yang disebut Timur adalah konsep semua yang ada diluar peradaban Barat. Konsep Timur adalah sesuatu yang misterius namun juga segala sesuatu itu masih orisinil sehingga lebih dekat pada konsep surgawi. Dengan konsep itu pula muncul wacana East as the Paradise.

Selasa, 02 Oktober 2012

Menelusuri Pesona Baghdad Masa Keemasan melalui "The Thief of Baghdad" Karya Alexander Romanoff

Inilah kisah klasik Timur Tengah tentang petualangan Ahmad, Si Pencuri dari Baghdad pada masa kejayaan kekhalifahan Bani Abbasiah yang menguasai hampir 1/2 belahan dunia. Buah karya Alexander Romanoff (Achmed Abdullah), penulis cerpen dan novelis Inggris kelahiran Rusia ini begitu memukau dan legendaris. Karya ini dipenuhi narasi tentang perpaduan kisah romantisme dengan keajaiban dongeng klasik Seribu Satu Malam yang sarat dengan eksotisme Timur Tengah dilatari kehidupan metropolitan Baghdad yang multikultural, multibahasa, dan multietnik. Setelah pertama kali diterbitkan pada tahun 1924, kisah The Thief of Baghdad telah empat kali diangkat ke layar lebar dalam film Hollywood pada tahun 1924, 1940, 1960 (dengan judul yang sama, The Thief of Baghdad) dan 1979 (dengan judul Arabian Adventure).
 
Ringkasan  The Thief of Baghdad
Berawal dari kisah seorang pencuri yang memiliki akal pikiran yang cerdik, cerdas dan lumayan licin di kota Baghdad yang bernama Ahmad. Dia adalah seorang pencuri yang benar-benar professional sehingga istana kerajaan pun dapat ia masuki dengan mudahnya. Ahmad memiliki watak beberapa watak jelek seperti periang, usil, dan sombong. Ia memiliki pikiran bahwasanya ia dapat hidup dikarenakan oleh dirinya sendiri dan tanpa bantuan dari satu hal pun tak terkecuali dengan Allah. Ia berteman dengan seekor burung yang selalu membantunya dalam usaha-usaha pencurian yang ia langsungkan. Sampai pada suatu ketika ia merencanakan tindak pencurian kedalam istana bersama si burung tersebut, namun di dalam istana ia bertemu dengan seorang putri yang amat cantik dan menawan bernama Zubaedah, ia adalah putri dari khalifah di istana tersebut. Ternyata pertemuan itu membuat Ahmad jatuh cinta terhadap Zubaedah sampai-sampai ia menggagalkan usaha pencurian yang akan ia langsungkan dikarenakan hal itu.

Selasa, 15 November 2011

SONG OF A PROPHET


By Paul Bergner

While crafting pots of clay
My mind would stray
One day You came,
Filled pot and potter just the same

I taught a parrot how to speak:
Allah hu, Allah hu
The day You heard our words
Everything I saw or heard was you

Selasa, 18 Oktober 2011

Insya Allah: Kedamaian Bertuhan

      Sebuah kolaborasi apik dan sinergis antara Maher Zain dan Fadly Padi telah menghasilkan karya yang indah, mengugah, dan syarat dengan pesan religius. Lagu ini memiliki komposisi nada familiar yang menyentuh emosi hingga ke relung jiwa terdalam. Selebihnya, pesan yang dikemasnya memiliki nilai inspiratif dan motivasi yang mudah dicerna oleh semua kalangan. Lagu ini mendapatkan momentumnya di Indonesia pada saat menjelang dan masa Ramadhan 1431 H (2011 M).          

Insya Allah (Maher Zain feat. Fadly Padi)
Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu


Senin, 17 Oktober 2011

Maher Zain: For The Rest of My Life

       Setelah sukses di seluruh dunia lewat lagu Insha Allah, penyanyi religi asal Swedia Maher Zain kembali lagi dengan video klip lagu terbarunya, "For The Rest of My Life."


"For The Rest of My Life" 

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
OOOOO