Tampilkan postingan dengan label al-Hallaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-Hallaj. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2011

Al-Hallaj: Elegi Rindu Tuhan


AL HALLAJ, SYAHID AL-‘ISYQ AL-ILAHI 
(MARTIR RINDU TUHAN)
Oleh: KH. Husein Muhammad
Jumat, 27 Agustus 2010 00:00

Malam ini menyenangkan. Pertemuan dalam ruang di mana ekspresi pikiran dan spiritual bisa berkelana ke mana ia suka, membuat hidup jadi bergairah dalam pendar-pendar cahaya. Tetapi ini mungkin sejenak saja. Sebab di ruang lain setelah ini kita masih menyaksikan, pedang-pedang masih berkeliaran. Pedang-pedang itu siap ditebaskan ke leher siapa saja yang dianggap menghujat Tuhan, sambil berteriak : Tuhan Maha Besar”. Al Hallaj, bilang kepada mereka: “Kalian bohong. Kalian ingin menyaingi Tuhan”. Dan Hallaj ditangkap ramai-ramai.
Al Hallaj adalah ikon mistikus paling melegenda di jagat raya sufisme. Namanya tak pernah berhenti disebut orang sepanjang masa, dalam nada puja-puji yang memabukkan maupun sumpah serapah dan dendam kesumat yang tak pernah selesai. Cerita tentang orang besar ini sarat dengan beragam mitos dan dongeng-dongeng yang memesona sekaligus merobek-robek nurani.

Rabu, 02 November 2011

Syair Eskatis al-Hallaj

     Kontroversi perihal kehidupan al-Hallaj masih terus terjadi di kalangan para cendikiawan muslim, khususnya para mistikus muslim; demikian pula di kalangan para Islamolog (Islamisis). Sebagian orang menyanjung al-Hallaj sebagai "sufi besar", karena ia banyak memberikan fondasi bagi konstruk sufisme Islam. Tetapi yang lainnya menganggapnya sebagai penganut "herecy" (bid'ah), karena ia mengintrodusir konsep "Hulul", yakni konsep penyatuan antara (dimensi) Ketuhanan dan (dimensi) Ilahiyah dari manusia; serta syatahatnya yang terkenal dengan "ana al-haq." 
       Menurut Margareth Smith dalam Mistikus Islam: Ujaran dan Karyanya (hlm. 50), Ia dikenal sebagai Hallaj al-Asrar (penyusun kesadaran). Penamaan ini dinisbahkan karena ia dikenal dapat "membaca pikiran manusia". Namun, penisbahan demikian bukan hanya karena hal tersebut, tetapi karena a) hidupnya penuh misteri, baik dalam kehidupan sosial, karir intelektualnya, keterlibatan politiknya, maupun kehidupan sufistiknya, b) ucapan-ucapannya penuh dengan misteri-sufistik, terutama syatahat-syatahat sufistiknya.   
       

Beberapa Syair al-Hallaj